Cari Blog Ini

Selasa, 19 Oktober 2010

TENTANG CINTA

Cinta. Setiap orang pasti kenal kata-kata yang satu ini. Bahkan kita ada di dunia ini juga salah satunya karena cinta (kecuali untuk beberapa kasus). Cinta sebenarnya punya makna yang luas. Tidak melulu soal hubungan lawan jenis (karena banyak juga ternyata yang punya hubungan dengan sesama jenis). Bukan itu yang dimaksud. Kita juga pastinya mencintai kedua orang tua kita, saudara-saudara kita, teman-teman dan yang lainnya. Kita sudah memiliki cinta sejak kita lahir. Tapi ketika kita jatuh cinta pada pasangan kita, kita merasakan sesuatu yang lain. Cinta yang seperti ini yang kan kita bahas.

Pernah jatuh cinta? Kebanyakan orang pasti menjawab sudah. Tapi pernahkah kita mencintai atau dicintai dengan tulus? Seperti apa cinta yang tulus itu? Saya baru saja mendapatkan pengalaman tentang kedua hal tersebut.


Mencintai dengan setulus hati. Wah seperti lirik lagu yang digandrungi anak-anak remaja. Tapi sebenarnya berat sekali melakukannya. Mencintai dengan tulus berarti kita tidak meminta balasan apapun. Tulus. Terserah yang kita cintai itu membalas cinta atau jangan-jangan malah malas melihat muka kita. Tulus. Berarti menerima semua kekurangan-kekurangan pasangan kita. Dua hal yang penting dalam tulus. Tidak meminta dan menerima. Dalam kenyataannya, pada yang saya alami sulit sekali menerapkannya. Butuh waktu yang begitu lama. Proses yang panjang dan melelahkan. Saya tidak percaya dengan ungkapan love at the first sight. Buat saya itu cuma gairah sesaat. Cinta bukan cuma soal getaran-getaran aneh. Tapi bagaimana kita memberi yang terbaik dan menerima setiap kekurangan pasangan. Toh getaran-getaran itu lama-lama akan hilang. Kalau modal mencintai kita cuma getaran lalu ketika getarannya hilang cintanya pun hilang.

Cinta harus ditempa. Diuji. Dari setiap ujian itulah kita tahu apakah cinta kita tulus atau tidak. Dari ujian itu kita tau seberapa kuat cinta kita. Biasanya kalau kita benar-benar tulus ujian sehebat apapun tidak akan mengurangi rasa cinta yang kita punya. Namun kadang ketika kita sudah bersusah payah mempertahankan cinta itu, pasangan kita yang justru bermain-main dan tidak menghargai usaha kita. Kalau sudah begitu, lebih baik tinggalkan saja. Cinta juga harus saling menghargai. Secinta apapun kalau dia sudah tidak bisa mencintai kita, tinggalkan saja. Yakinlah bahwa diluar sana masih banyak orang yang bisa mencintai dan menghargai kita.
Lalu bagaimana kalau cinta kita tidak diuji? Lebih bagus bukan? Tidak perlu susah payah berpikir harus diapakan cinta itu. Bukan berarti juga kita harus menguji dengan bertingkah polah aneh. Jika menemukan seseorang yang kita pikir dan kita rasakan ia mencintai kita, bisa menerima kita, dan bisa menghargai kita berarti kita sudah bertemu dengan orang yang istimewa. Maka perlakukanlah ia dengan istimewa pula.

Jadi menurut saya cinta itu tidak datang dengan tiba-tiba. Tapi melalui sebuah proses panjang.

*dedicated to my hubby...

Jumat, 08 Oktober 2010

7 CIRI GANGGUAN JIWA

Gangguan jiwa tidak selalu berarti gila.Ada 7 ciri seseorang mengidap gangguan jiwa, jika ciri - ciri ini dapat dikenali dengan baik maka gangguan tersebut akan terdeteksi dengan sangat cepat, semakin cepat sebuah gangguan jiwa terdeteksi maka penanganannya juga lebih cepat. Melihat acara ditelevisi yang menayangkan banyaknya kejadian Bunuh Diri, maka perlu peran serta masyarakat agar kejadian bunuh diri tersebut dapat berkurang.

  1. Menarik diri dari interaksi sosial : seseorang mulai memiliki keinginan untuk menyendiri, memiliki imaginasi yang sangat tinggi dan menikmati sebuah suasana kesendirian, suasana kesendirian yang terlalu berkepanjangan membuat seseorang menikmati kesendirian tersebut dan memicu munculnya fantasi - fantasi semu, jika fantasi - fantasi tersebut berubah menjadi sebuah persepsi nyata dan persepsi tersebut diyakini oleh yang bersangkutan maka seseorang tersebut akan mulai berbicara sendiri, berbicara dengan fantasinya dll.
  2. Mengalami kesulitan mengorientasikan waktu, orang dan tempat. Seseorang mengalami ketidakmampuan untuk mengingat dimana dia berada dan jam berapa dia saat itu, orang dengan kesulitan orientasi ini terjadi karena memorinya hanya berputar pada masalah - masalah yang dia pikirkan, sehingga dia kehilangan kemampuan untuk mengenali waktu dan tempat.
  3. Mengalami penurunan daya ingat dan daya kognitif parah : ketika diminta untuk melakukan perhitungan sederhana maka dia tidak mampu melakukan dengan mudah, perhitungan yang mudah tersebut menjadi sebuah tugas sulit untuk mereka.
  4. Mengabaikan penampilan dan kebersihan diri : orang dengan gangguan jiwa mengabaikan penampilan dan kebersihan diri, gambaran dirinya negativ sehingga mereka menganggap penampilan tersebut tidak penting, bahkan beberapa penderita gangguan jiwa parah telanjang dan tidak mengenakan busana berkeliaran kemana - mana.
  5. Memiliki labilitas emosional : bisa mengalamai perubahan mood yang sangat cepat, perubahan yang fluktuatif ini membuat penderita gangguan jiwa menjadi susah terkontrol, stimulus yang sangat ringan bisa membuat mereka menjadi marah secara berlebih atau justru sedih secara berlebih.
  6. Memiliki perilaku yang aneh : mengurung diri dikamar, berbicara sendiri, tertawa sendiri, marah berlebihan dengan stimulus ringan, tiba - tiba menangis, berjalan mondar - mandir, berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.
  7. Memiliki keengganan melakukan segala hal : mereka berusaha untuk tidak melakukan apa - apa bahkan marah jika diminta untuk melakukan apa - apa.
Jika anda menemukan beberapa gejala tersebut, alangkah baiknya segera membawa orang yang bersangkutan ke Psikiater, Dokter Spesialis Jiwa, Rumah Sakit Jiwa atau ke Klinik Penyembuhan gangguan jiwa sehingga penderita masih bisa ditolong secepat mungkin.