Cari Blog Ini

Rabu, 17 November 2010

BALIKPAPAN : NEW HOPE, NEW LIFE (PART 2)

Sepinggan
Perjalanan satu jam lima puluh menit terasa lama. Padahal saya sudah lapar sekali. Roti yang dibagikan di pesawat pun rasanya tidak mampu mengganjal perut saya. Jam setengah tujuh waktu ipod saya pesawat mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan. Wow! Unbelievable! Saya berhasil menjejakkan kaki saya di Kalimantan! Saya langsung menghubungi pacar saya.
"Keluar aja Dek, Kakak di luar sebelah kanan" katanya.
Jujur saja saya agak bingung dimana jalan keluarnya. Ya sudahlah ikuti orang-orang yang juga mau keluar juga. Akhirnya ketemu, pintu keluar. Saya keluar dan berbelok ke sebelah kanan.
"Dek, Adek" diantara ramainya bandara saya mendengar kata-kata itu diucapkan oleh suara yang tidak asing ditelinga saya. Pacar saya! Saya mencari asal suara dan ya, dia sudah disamping saya dan langsung menggandeng tangan saya. Leganya...

First Night at Le Grandeur
Setelah berhasil menguasai diri dan meyakinkan kalau sekarang saya sudah berada di Kalimantan bersama pacar saya akhirnya saya memutuskan mencari hotel untuk meletakkan barang-barang saya. Pacar saya memberi opsi Hotel Grande waktu itu dia bilang begitu. Di Bandar Lampung juga ada Hotel itu, pacar saya berpikir mungkun satu group. Hotel Grande di Bandar Lampung sendiri lumayan. Tarifnya juga tidak terlalu mahal. Jadi oke saya ke hotel itu. 

Sampai di hotel, saya pikir ini bukan hotel seperti yang di Bandar Lampung. Hotel itu lebih besar, dan elit tentu saja. Namanya juga bukan Grande tapi Le Grandeur. Wah wah pasti mahal pikirku. Pacar saya juga baru sadar.
"Kayanya lebih besar ya dek"ujarnya.

Benar saja, untuk kamar yang paling murah tarifnya 600 ribu++. Karena saya sudah lelah dan lapar, saya ambil saja kamar yang paling murah. Oke menuju ke kamar. Ini yang konyol.  Pengalaman naik lift yang paling aneh. Kamar saya terletak di lantai tiga. kami masuk lift tekan angka 3. Anehnya liftnya tidak berhenti di lantai 3, justru berhenti di lantai 2. Kami coba lagi. tetap seperti itu. Bolak-balik ke lantai dua. Sampai akhirnya pacar saya membaca tulisan di sebelah kanan kami. 
"Oh dek ternyata harus digesek kartunya dulu" katanya. 
Dia menggesekkan kunci kamarku ke alat itu lalu menekan tombol tiga, dan yup berhasil. Ternyata... sepanjang jalan kami tidak berhenti tertawa gara-gara lift itu.

Baronang Bakar Yummy !
Setelah menaruh barang-barang, saya dan pacar saya langsung hunting makan malam. Dan pilihan kami akhirnya jatuh kepada rumah makan yang menjual aneka sea food. Saya lupa nama rumah makannya. Tempatnya sederhana, namun soal rasa makanannya jangan ditanya... Saya yang biasanya malas makan jadi nafsu. Entah karena lapar atau baronang bakarnya yang benar-benar enak atau karena makan bareng pacar saya? Entahlah yang pasti saya berhasil menghabiskan satu porsi baronang bakar ditambah sup.

Yang tak kalah nikmatnya tentu saja soto banjar. Apalagi disantap ketika cuaca dingin.

Sayangnya kunjungan ke Balikpapan hanya tiga hari, sehingga belum semua tempat dapat saya kunjungi. Beberapa tempat yang pernah saya kunjungi.
 Penyeberangan ke Penajam

Pantai yang kami kunjungi (lupa namanya) menikmati sunset sambil makan pisang gapit.
My hubby


Saya merasa menemukan hidup baru di sana. New passion, new spirit. Thank God. Thank my hubby..

Jumat, 12 November 2010

BALIKPAPAN : NEW HOPE, NEW LIFE (PART 1)

Ide Gila: Balikpapan!
Berawal dari keinginan untuk liburan mengusir penat, lelah, stres dan terlebih ingin melupakan "yang satu itu" tanggal 5 November kemarin saya nekat pergi ke Balikpapan. Nekat. Padahal sebelumnya saya tidak pernah jalan jauh. Bahkan naik pesawat pun baru 1 kali. itupun sudah bertahun-tahun lalu. Tapi kalau sudah nekad, apapun dilalui. Ide pergi ke Balikpapan tanggal 1 November, itu hari Minggu malam. Jadi saya pikir saya punya waktu lima hari untuk reservasi tiket. Senin pagi mulai browsing tiket pesawat. Karena tidak ingin ribet, sayapun memutuskan reservasi tiket sekalian Lampung-Balikpapan. Sementara yang punya rute di Lampung cuma tiga maskapai, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Batavia Air. Iseng-iseng reservasi Garuda Indonesia. God, harganya 3,8 juta! PP memang. Tapi gaji saya bisa langsung habis. Batavia setahu saya cuma satu kali terbang dari Lampung. Itupun Pagi. Saya kan harus absen pagi dulu biar potongan absen saya tidak terlalu banyak. Finally, saya pilih Sriwijaya Air karena paling banyak pilihan waktunya. Kebetulan bisa reservasi online dan pembayarannya bisa via ATM. walaupun ATM saya di bank tersebut sepertinya sudah habis. Tapi tetap oke, saya transfer dari bank yang satunya. Tapi saya lupa nomor rekeningnya. Huh! Untungnya ada teman yang berbaik hati meminjamkan ATMnya. Jadi saya transfer ke rekeningnya. Oke sekarang mulai reservasi. Tiga kali saya reservasi tiga kali pula gagal. Gagal disaat pembayaran. "Nomor reservasi Anda tidak terdaftar." Begitu pesan di ATMnya. Entah apa sebabnya. Belakangan saya baru sadar, mungkin harus aktivasi di email saya.

Mulai putus asa. Saya sudah hampir membatalkan rencana kunjungan itu. Tapi saya ingat salah satu forum yang saya ikuti. Di forum itu ada forum jual beli. Tidak ada salahnya mencoba pikir saya. Saat itu sudah hari Rabu. Waktunya sudah sangat mendesak. Untungnya ada. Ada beberapa thread. Saya coba replay threadnya, kirim private message, YM, SMS, apapun contact person yang bisa saya hubungi. Akhirnya direspon, dua agen. Yang satu karena saya menghubungi sudah mepet, reservasi untuk tanggal 5 Novembernya tidak bisa diproses. Oke saya beralih ke agen satunya. Nego,nego,nego, Maghrib tiketnya diemail. Leganya... Tinggal reservasi tiket buat pulang ke Lampung. Alhamdulillah harganya tidak sampai satu juta. Sip! Reservasi tiket selesai hari Kamis. Yup tinggal satu hari lagi menuju Balikpapan. Nervous!

Jumat, 5 November 2010. The Day
Jam setengah lima pagi saya terbangun. Rasanya campur aduk, senang, takut, deg-degan. Tapi tetap semangat! Inginnya lanjut tidur tapi entah kenapa mata saya sepertinya sudah tidak bisa tidur lagi. Cek perlengkapan buat terakhir kali. Sebetulnya tas yang akan saya bawa tidak cukup buat menampung semua bawaan. tapi karena cuma itu tas satu-satunya terpaksa beberapa barang saya muat di tas plastik. Barang bawaan sudah oke. Rencananya saya berangkat jam setengah tujuh, lalu ke kantor baru ke bandara. Jarak tempat kerja saya ke bandara lumayan jauh, kurang lebih dua jam perjalanan. Pesawat saya berangkat jam 10.55 WIB. tapi rencana tinggal rencana. Walaupun sudah bangun pagi, ternyata saya masih telat mandi. Mandi pagi jam 6. Sarapan. Entah kenapa saya juga jadi sulit makan. Butuh waktu setengah jam, itupun makanan saya tidak habis. Akhirnya berangkat ke kantor jam setengah delapan kurang. Lanjut ke pool bis antar kota. pesan tiket. jam delapan kurang berangkat.

Beruntungnya bis yang saya tumpangi tidak terlalu banyak berhenti. Saya tiba di bandara jam setengah sepuluh. Belum waktunya check in. Sebenarnya saya ingin menenangkan diri dulu. Nervous sekali! Saya rasanya ingin pulang lagi. Telepon pacar saya. Yup! dia sudah di Tanah Grogot, sebentar lagi jalan ke Balikpapan. Minta petunjuk dia buat yang terakhir kali sebelum check in, (biar gak keliatan bego nantinya).

Jam sepuluh. Saya beranikan check in. Masuk ke bandara ke counter Sriwijaya Air. Check in beres. Bayar Passanger cost (lupa namanya) lalu masuk ke ruang tunggu. Telepon lagi pacar saya. Bilang semuanya lancar. Dia juga sudah bersiap ke Balikpapan.

Tidak beberapa lama, ada pengumuman masuk ke pesawat. Wow! deg-degan! Masuk ke pesawat, cari tempat duduk, pasang sabuk pengaman and go!

Jakarta Penuh Cobaan
Tiba di cengkareng. Sesuai petunjuk pacar saya, saya bertanya ke pramugarinya, "Mbak kalau pindah pesawat nunggunya dimana?"
"Ikutin aja yang lain mbak nanti disana ada tempat transitnya" jawab si pramugari.
Okelah. saya ikuti penumpang lain. Di dalam bandara saya tanya lagi ke petugas yang kebetulan nongkrong.
"Lurus terus ke kanan mbak"jawabnya.
Saya ikuti petunjuk petugas tadi. Lurus belok ke kanan. Kebetulan ada papan petunjuk. Akhirnya ketemu juga tempat transit. Sip! tinggal ikuti petunjuknya. dan yup, sekarang sudah berada di ruang tunggu untuk penerbangan ke Balikpapan! Amazing! 

Pesawat saya tiba di Jakarta hampir pukul 12 siang. Pesawat ke Balikpapan pukul 13.20 WIB. Saya masih punya waktu satu setengah jam lagi. Pacar saya menelepon, menyuruh saya makan siang dulu. Tapi entah kenapa saya tidak merasa lapar. Cukup makan snack yang diberikan dari Tanjung Karang saja perut saya sudah terasa kenyang.
Daripada bosan menunggu mending baca buku. Ya, saya sudah siap-siap membawa buku cerita detektif yang belum selesai saya baca supaya tidak bosan menunggu. Saya mencoba membaca, tapi sulit sekali berkosentrasi. Kembali saya lihat jam di hp saya. Pukul satu. dua puluh menit lagi pesawat berangkat. tapi kok masih adem ayem?pikirku. Saya lihat banyak orang berkerumun di depan petugas ruang tunggu. Mungkin menanyakan pesawat ke Jogja. Maklum saat itu Gunung Merapi sedang ganas-ganasnya sehingga bandara di sana ikut ditutup.

Setengah jam sudah berlalu, tapi panggilan untuk naik ke pesawat belum juga ada. Saya mulai gelisah. Tidak beberapa lama pengumuman menyesakkan itupun diumumkan. Pesawat saya didelay sampai batas waktu yang tidak ditentukan! Kok bisa? Ternyata pesawat yang akan saya tumpangi itu harus transit dulu di Jogja baru ke Balikpapan! Lemas! Saya bingung. Rasanya ingin menangis. Saya langsung menelepon pacar saya. Tidak diangkat! Air mata saya rasanya sudah hampir tumpah saat dia angkat telepon saya.
Saya bilang pesawat saya didelay sampai batas waktu yang tidak ditentukan karena transit dulu ke Jogja sementara bandara di Jogja ditutup. Pacar saya ikut panik. Dia menyuruh saya menanyakan lagi sejelas-jelasnya, dan dia akan menanyakan juga di bandara Balikpapan. Telepon ditutup. Saya mencoba tenang. Tidak menagis lagi. dan berpikir apa yang harus saya lakukan. Sudah hampir jam dua. saya pikir jika terus menunggu tanpa kepastian bisa-bisa saya batal berangkat hari ini. Saya putuskan untuk mencari penerbangan lain secepatnya ke Balikpapan.

Saya tanya lagi petugas ruang tunggu tersebut. Jawabannya sama. Pesawatnya transit ke Jogja dan tidak pasti sampai kapan didelay. Saya keluar dari ruang tunggu. Sebenarnya saya tidak tahu dimana jalan keluarnya. Tapi karena nekat, semuanya sepertinya mudah. Sampai diluar saya bingung lagi harus cari kemana tiketnya. Saya berjalan terus ke arah kanan. Saya tidak tahu sudah seperti apa tampang saya. Akhirnya saya melihat loket lion air. Baru hendak masuk saya sudah ditawari tiket oleh calo-calo yang banyak berkeliaran. saya tahu pasti mahal. tapi daripada capek-capek lagi sayapun menerima tawaran salah satu calo itu. Saya bilang saya sudah punya tiket tapi ternyata delay. Dia menyarankan supaya tiket saya direfund saja. Dia juga memberikan nomor hpnya ke saya supaya mudah menghubunginya. Saya kembali ke loket Sriwijaya Air. sampai disana ternyata petugasnya tidak tahu kalau pesawat tersebut di delay. Petugasnya menyuruh saya menunggu, dia bilang setengah jam lagi ada penerbangan. Saya kembali ke ruang tunggu. Sumpah saya lelah sekali. Semakin banyak saja orang-orang yang berkerumun di tempat petugas ruang tunggu tersebut. Saya ikut berkerumun. Petugasnya bilang jam lima tapi juga tidak pasti. Saya bertanya kepada seorang bapak yang kebetulan berdiri didekat saya. Dia juga akan ke Balikpapan dan sama seperti saya dia juga bingung!

Saya putuskan untuk membatalkan tiket tersebut. Saya buru-buru menghubungi calo tiket yang saya temui di bawah tadi. Akhirnya sampai di bawah. Jujur saja saya lupa wajah sang calo. Tapi untunglah dia menghampiri saya. Seperti biasa dia bilang harga tiketnya sudah naik bla bla bla.. Saya cuma bilang oke mas, gak apa-apa saya ambil. Ternyata pesawat yang akan saya naiki take off jam setengah empat. Padahal saat itu sudah jam tiga lewat. Benar-benar detik terakhir. Saya takut ketinggalan pesawat. Akhirnya tiket sudah ditangan saya. Tinggal masuk ke ruang tunggu dan berangkat. Sang calo menjamin pesawatnya masih belum berangkat. Saya buru-buru menuju ruang tunggu. Benar saja ketika saya tanya petugas di ruang tunggu tersebut pesawatnya memang belum berangkat. Leganya! Buru-buru telepon pacar saya. Bilang saya sudah hampir berangkat. Ternyata dia pun sudah sampai de bandara Balikpapan. Namun ternyata sialnya belum berhenti sampai disitu, pesawat tersebut di delay 30 menit! Huah! Hari itu saya benar-benar muak dengan kata-kata delay! Tapi untungnya delay kali ini benar-benar cuma 30 menit. Jam empat saya sudah berada di dalam pesawat. Menuju Balikpapan...

Selasa, 19 Oktober 2010

TENTANG CINTA

Cinta. Setiap orang pasti kenal kata-kata yang satu ini. Bahkan kita ada di dunia ini juga salah satunya karena cinta (kecuali untuk beberapa kasus). Cinta sebenarnya punya makna yang luas. Tidak melulu soal hubungan lawan jenis (karena banyak juga ternyata yang punya hubungan dengan sesama jenis). Bukan itu yang dimaksud. Kita juga pastinya mencintai kedua orang tua kita, saudara-saudara kita, teman-teman dan yang lainnya. Kita sudah memiliki cinta sejak kita lahir. Tapi ketika kita jatuh cinta pada pasangan kita, kita merasakan sesuatu yang lain. Cinta yang seperti ini yang kan kita bahas.

Pernah jatuh cinta? Kebanyakan orang pasti menjawab sudah. Tapi pernahkah kita mencintai atau dicintai dengan tulus? Seperti apa cinta yang tulus itu? Saya baru saja mendapatkan pengalaman tentang kedua hal tersebut.


Mencintai dengan setulus hati. Wah seperti lirik lagu yang digandrungi anak-anak remaja. Tapi sebenarnya berat sekali melakukannya. Mencintai dengan tulus berarti kita tidak meminta balasan apapun. Tulus. Terserah yang kita cintai itu membalas cinta atau jangan-jangan malah malas melihat muka kita. Tulus. Berarti menerima semua kekurangan-kekurangan pasangan kita. Dua hal yang penting dalam tulus. Tidak meminta dan menerima. Dalam kenyataannya, pada yang saya alami sulit sekali menerapkannya. Butuh waktu yang begitu lama. Proses yang panjang dan melelahkan. Saya tidak percaya dengan ungkapan love at the first sight. Buat saya itu cuma gairah sesaat. Cinta bukan cuma soal getaran-getaran aneh. Tapi bagaimana kita memberi yang terbaik dan menerima setiap kekurangan pasangan. Toh getaran-getaran itu lama-lama akan hilang. Kalau modal mencintai kita cuma getaran lalu ketika getarannya hilang cintanya pun hilang.

Cinta harus ditempa. Diuji. Dari setiap ujian itulah kita tahu apakah cinta kita tulus atau tidak. Dari ujian itu kita tau seberapa kuat cinta kita. Biasanya kalau kita benar-benar tulus ujian sehebat apapun tidak akan mengurangi rasa cinta yang kita punya. Namun kadang ketika kita sudah bersusah payah mempertahankan cinta itu, pasangan kita yang justru bermain-main dan tidak menghargai usaha kita. Kalau sudah begitu, lebih baik tinggalkan saja. Cinta juga harus saling menghargai. Secinta apapun kalau dia sudah tidak bisa mencintai kita, tinggalkan saja. Yakinlah bahwa diluar sana masih banyak orang yang bisa mencintai dan menghargai kita.
Lalu bagaimana kalau cinta kita tidak diuji? Lebih bagus bukan? Tidak perlu susah payah berpikir harus diapakan cinta itu. Bukan berarti juga kita harus menguji dengan bertingkah polah aneh. Jika menemukan seseorang yang kita pikir dan kita rasakan ia mencintai kita, bisa menerima kita, dan bisa menghargai kita berarti kita sudah bertemu dengan orang yang istimewa. Maka perlakukanlah ia dengan istimewa pula.

Jadi menurut saya cinta itu tidak datang dengan tiba-tiba. Tapi melalui sebuah proses panjang.

*dedicated to my hubby...

Jumat, 08 Oktober 2010

7 CIRI GANGGUAN JIWA

Gangguan jiwa tidak selalu berarti gila.Ada 7 ciri seseorang mengidap gangguan jiwa, jika ciri - ciri ini dapat dikenali dengan baik maka gangguan tersebut akan terdeteksi dengan sangat cepat, semakin cepat sebuah gangguan jiwa terdeteksi maka penanganannya juga lebih cepat. Melihat acara ditelevisi yang menayangkan banyaknya kejadian Bunuh Diri, maka perlu peran serta masyarakat agar kejadian bunuh diri tersebut dapat berkurang.

  1. Menarik diri dari interaksi sosial : seseorang mulai memiliki keinginan untuk menyendiri, memiliki imaginasi yang sangat tinggi dan menikmati sebuah suasana kesendirian, suasana kesendirian yang terlalu berkepanjangan membuat seseorang menikmati kesendirian tersebut dan memicu munculnya fantasi - fantasi semu, jika fantasi - fantasi tersebut berubah menjadi sebuah persepsi nyata dan persepsi tersebut diyakini oleh yang bersangkutan maka seseorang tersebut akan mulai berbicara sendiri, berbicara dengan fantasinya dll.
  2. Mengalami kesulitan mengorientasikan waktu, orang dan tempat. Seseorang mengalami ketidakmampuan untuk mengingat dimana dia berada dan jam berapa dia saat itu, orang dengan kesulitan orientasi ini terjadi karena memorinya hanya berputar pada masalah - masalah yang dia pikirkan, sehingga dia kehilangan kemampuan untuk mengenali waktu dan tempat.
  3. Mengalami penurunan daya ingat dan daya kognitif parah : ketika diminta untuk melakukan perhitungan sederhana maka dia tidak mampu melakukan dengan mudah, perhitungan yang mudah tersebut menjadi sebuah tugas sulit untuk mereka.
  4. Mengabaikan penampilan dan kebersihan diri : orang dengan gangguan jiwa mengabaikan penampilan dan kebersihan diri, gambaran dirinya negativ sehingga mereka menganggap penampilan tersebut tidak penting, bahkan beberapa penderita gangguan jiwa parah telanjang dan tidak mengenakan busana berkeliaran kemana - mana.
  5. Memiliki labilitas emosional : bisa mengalamai perubahan mood yang sangat cepat, perubahan yang fluktuatif ini membuat penderita gangguan jiwa menjadi susah terkontrol, stimulus yang sangat ringan bisa membuat mereka menjadi marah secara berlebih atau justru sedih secara berlebih.
  6. Memiliki perilaku yang aneh : mengurung diri dikamar, berbicara sendiri, tertawa sendiri, marah berlebihan dengan stimulus ringan, tiba - tiba menangis, berjalan mondar - mandir, berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.
  7. Memiliki keengganan melakukan segala hal : mereka berusaha untuk tidak melakukan apa - apa bahkan marah jika diminta untuk melakukan apa - apa.
Jika anda menemukan beberapa gejala tersebut, alangkah baiknya segera membawa orang yang bersangkutan ke Psikiater, Dokter Spesialis Jiwa, Rumah Sakit Jiwa atau ke Klinik Penyembuhan gangguan jiwa sehingga penderita masih bisa ditolong secepat mungkin.

Senin, 27 September 2010

TES TINGKAT DEPRESI


Depresi adalah penyakit hati yang menyangkut perasaan. Untuk mengetahui seberapakah depresi diri anda jawablah pertanyaan ini dengan jujur untuk mengetahui anda sedang depresi atau tidak.
I. Apakah saat ini anda merasa sedih? 0. Saya tidak merasa sedih.
1. Saya merasa sedih.
2. Saya sedih sepanjang waktu dan tidak dapat mengubahnya.
3. Saya begitu sedih atau tidak gembira sehingga saya sama sekali tidak suka.
II. Apakah harapan anda untuk masa depan?
0. Saya tidak berkecil hati tentang masa depan.
1. Saya merasa berkecil hati tentang masa depan.
2. Saya merasa tidak memiliki apa-apa yang diharapkan.
3. Saya merasa bahwa masa depan tidak ada harapan dan bahwa segalanya tidak dapat membaik.

III. Apakah anda merasa gagal?
0. Saya tidak merasa gagal.
1. Saya merasa telah gagal lebih dari rata-rata orang.
2. Saat saya melihat masa lalu, semua yang dapat saya lihat adalah banyak kegagalan.
3. Saya merasa saya adalah orang yang gagal total.
IV. Apakah anda merasakan kepuasan dalam hidup ini?
0. Saya mendapatkan banyak kepuasan dari banyak hal, seperti biasanya.
1. Saya tidak menikmati hal-hal seperti biasanya.
2. Saya tidak lagi mendapat kepuasan sesungguhnya dari setiap hal.
3. Saya tidak puas dan bosan dengan segala sesuatu.
V. Apakah anda merasa bersalah terhadap sesuatu?
0. Saya tidak merasa bersalah.
1. Saya merasa bersalah dalam sebagian kecil waktu.
2. Saya merasa agak bersalah dalam sebagian besar waktu.
3. Saya merasa bersalah sepanjang waktu.
VI. Apakah kegagalan yang pernah anda alami sebagai hukuman?
0. Saya tidak merasa sedang dihukum.
1. Saya merasa mungkin dihukum.
2. Saya perkirakan saya dihukum.
3. Saya merasa saya sedang dihukum.
VII. Aapakah anda merasa kecewa dengan diri anda?
0. Saya tidak merasa kecewa pada diri saya.
1. Saya kecewa pada diri saya.
2. Saya jijik dengan diri saya.
3. Saya membenci diri saya.
VIII. Apakah anda masih mempunyai minat terhadap orang lain?
0. Saya tidak kehilangan minat pada orang lain.
1. Saya kurang berminat pada orang lain dibanding biasanya.
2. Saya kehilangan sebagian besar minat saya pada orang lain.
3. Saya kehilangan semua minat saya pada orang lain.
IX. Apakah anda dapat membuat suatu keputusan?
0. Saya membuat keputusan sebaik yang saya dapat.
1. Saya menunda membuat keputusan lebih dari biasanya.
2. Saya sangat sulit membuat keputusan dibanding biasanya.
3. Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali.
X. Apakah anda merasa diri anda lebih buruk dari biasanya?
0. Saya tidak merasa tampak lebih buruk dari biasanya/
1. Saya khawatir bahwa saya tampak tua atau tidak menarik.
2. Saya merasa terdapat perubahan menetap pada penampilan saya yang membuat saya terlihat tidak menarik.
3. Saya yakin bahwa saya tampak buruk.
XI. Apakah anda bisa bekerja seperti biasanya?
0. Saya dapat bekerja sebaik biasanya.
1. Saya memerlukan usaha extra untuk memulai mengerjakan sesuatu.
2. Saya harus sangat memaksa diri untuk melakukan sesuatu.
3. Saya tidak dapat bekerja sama sekali.
XII. Apakah anda bisa tidur dengan nyenyak?
0. Saya dapat tidur sebaik biasanya.
1. Saya lebih mudah lelap dibanding biasanya.
2. Saya lelah setelah melakukan sebagian besar pekerjaan.
3. Saya terlalu lelah untuk melakukan sesuatu.
XIII. Apakah anda mudah merasa lelah?
0. Saya tidak merasa lelah lebih dari biasanya.
1. Saya lebih mudah lelah dibanding biasanya.
2. Saya lelah setelah melakukan sebagian besar pekerjaan.
3. Saya terlalu lelah untuk melakukan apapun.
XIV. Apakah nafsu makan anda berkurang?
0. Nafsu makan saya tidak lebih buruk dari biasanya.
1. Nafsu makan saya tidak sebaik biasanya.
2. Nafsu makan saya jauh lebih buruk sekarang.
3. Saya tidak mempunyai nafsu makan sama sekali.
XV. Apakah anda selalu merasa bersalah?
0. Saya tidak merasa lebih buruk dibanding dengan orang lain.
1. Saya kritis terhadap diri saya untuk kelemahan atau kesalahan saya.
2. Saya menyalahkan diri saya untuk kesalahan saya sepanjang waktu.
3. Saya menyalahkan diri saya untuk setiap hal buruk yang terjadi.
XVI. Apakah anda ingin bunuh diri?
0. Saya tidak terfikir untuk bunuh diri.
1. Saya berfikir untuk bunuh diri tetapi tidak akan melakukannya.
2. Saya ingin bunuh diri.
3. Saya akan bunuh diri jika ada kesempatan.
XVII. Apakah saat ini merasakan gangguan pada kesehatan?
0. Saya tidak lebih khawatir tentang kesehatan dibanding biasanya.
1. Saya khawatir tentang masalah fisik seperti sakit dan nyeri atau gangguan lambung atau kontipasi.
2. Saya sangat khawatir tentang masalah fisik, dan sulit untuk memikirkan banyak hal lain.
3. Saya begitu khawatir tentang masalah fisik saya sehingga saya tidak dapay melakukan hal-hal lain.
XVIII. Apakah anda selalu menangis?
0. Saya tidak menangis lagi dibanding biasanya.
1. Saya lebih banyak menangis sekarang dibandingkan biasanya.
2. Saya menangis sepanjang waktu sekarang.
3. Saya biasanya bisa menangis, tetapi sekarang saya tidak dapat menangis meskipun saya ingin.
XIX. Apakah anda masih mempunyai minat terhadap seks?
0. Saya tidak memperhatikan adanya perubahan minat terhadap seks belakangan ini.
1. Saya kurang tertarik terhadap seks dibanding biasanya.
2. Saya sangat kurang tertarik terhadap seks sekarang.
3. Saya benar-benar hilang minat terhadap seks.
XX. Apakah saat ini anda merasa kesal?
0. Sekarang saya tidak lebih kesal dibanding biasanya.
1. Saya lebih mudah terganggu atau kesal dibanding biasanya.
2. Sekarang saya merasa kesal sepanjang waktu.
3. Saya tidak dibuat kesal sama sekali oleh hal-hal yang biasanya membuat saya kesal.
XXI. Apakah anda merasa berat badan anda menurun?
0. Jika ada penurunan berat badan, saya tidak banyak mengalaminya belakangan ini.
1. Berat badan saya berkurang lebih dari 2,5 Kg.
2. Berat badan saya berkurang lebih dari 5 Kg.
3. Berat badan saya berkurang lebih dari 7,5 Kg.
Skor :
0 – 9 : Normal.
10 – 15 : Gejala Depresi Ringan.
16 – 19 : Gejala Depresi Ringan Sedang.
20 – 29 : Gejala Depresi Sedang Berat.
30 : Gejala Depresi Berat.
sumber : blogdokter.net
nb: ini hanya perkiraan saja. bila jawaban anda menyatakan anda terkena depresi lebih baik anda konsultasi ke psikolog

Minggu, 18 Juli 2010

PEREMPUAN YANG AKU CINTA

Pukul empat pagi. Udara dingin menusuk tulang-tulangku. Lelah sekali rasanya. Namun lelah itu hilang ketika aku ingat dia. Ya, dia. perempuan yang sangat aku cinta, yang selama tiga tahun ini menemaniku. Walaupun dia tidak didekatku, namun perasaan cintanya terhadapku dapat aku rasakan.

Hari ini aku akan menemuinya. Dia memintaku datang di hari ulang tahunnya. Kebetulan ada tiga hari libur berturut-turut sehingga aku bisa datang. Tidak terasa aku sudah sampai di tempat yang dia janjikan. Sengaja aku tidak memberitahunya. Aku ingin mengejutkannya pagi itu.

Aku mengetuk pintunya. Tak lama kemudian pintu itu terbuka. Dia masih terlihat kusut, tampaknya ia baru saja bangun. Tapi aku menyukai pemandangan itu.
"kok gak telepon dulu?" tanyanya, Aku menjawabnya dengan kecupan dikeningnya.
"Kejutan sayang. Kakak kangen banget" ujarku lalu memeluknya. Dia tersenyum sambil menatapku. Aku kembali mengecup keningnya. Tapi aku merasa dia agak berubah. Entahlah. Dia berbeda. Sepertinya dia tidak merindukanku.
"Adek kayanya gak kangen ya sama kakak?" tanyaku.
"Kok bilang gitu? Adek kangen juga kok" jawabnya.
"Nanti adek mau cerita sama kakak, tapi nanti"
"Emang mau cerita apa kok ditunda-tunda sayang?"
"Gak apa-apa, sekarang kan kakak masih capek" ujarnya sambil memelukku.
Saat itu aku tidak memikirkan sesuatu yang buruk. Mungkin dia ingin membicarakan rencana pernikahan kami. Yah aku mencoba berpikir positif saat itu. Aku memeluknya erat.

Pagi itu setelah sarapan dan beristirahat, dia langsung mengajakku ke pantai. tempat favorit kami. Senang sekali rasanya. Siang itu kami makan siang dipinggir pantai. Aku tak bosan-bosannya mendengarkan dan menikmati wajahnya. Sepanjang siang itu kami berlarian sepanjang pantai. Dan aku  tidak melepaskan pandanganku sedikitpun dari dirinya.

Kami duduk dipinggir pantai ketika matahri mulai tenggelam.
"Adek capek kak"
"Kakak juga sayang, tapi kakak seneng banget bisa sama-sama adek"
Dia tersenyum. Aku mengecup keningnya. Dia mendekatkan tubuhnya ke tubuhku. Aku memeluknya erat. Tiba-tiba handphone miliknya berdering.
"Bunyi tuh hpnya sayang"ujarku.
"Biarin aja, adek males angkat telepon"
"kenapa?siapa tau penting. Angkat aja sayang"
Dia tidak menjawab dan terus saja memelukku. Namun ponsel miliknya juga tidak berhenti berdering. Sampai akhirnya dia mematikan ponselnya.
"Kok dimatiin sayang?"
"adek capek bunyi terus, udah yuk kita kedalem aja" ujarnya sambil melepaskan pelukannya dan berjalan menuju resor yang sudah dia pesan. Aku mengikutinya lalu menggandeng tangannya. Dan aku belum merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

Makan malam di tepi pantai. Saat-saat seperti ini memang sangat indah. Rasanya aku tidak ingin malam itu berakhir. Setelah makan malam kami berjalan-jalan ke dermaga. Dia berkali-kali membidikkan kamera ponselnya kepadaku. dan berkali-kali pula ponselnya berdering. Namun sepertinya ia tidak mneghiraukan dan akupun tidak menaruh curiga pada dering ponsel itu.

Kami kembali ke kamar setelah lelah berjalan. Kami sama-sama lelah. Aku langsung merebahkan diri. Ia berbaring disebelahku sambil membelai rambutku dan sesekali menciumi keningku. Aku merasa sangat nyaman dan akhirnya tertidur.

Keesokan harinya kami menghabiskan waktu bersama-sama lagi. Melakukan apapun yang kami inginkan. Dan aku sangat bahagia bisa menghabiskan hari bersama perempuan yang sangat aku cinta. Besok pagi aku harus kembali ke tempat kerjaku dan aku tidak ingin menyia-nyiakan hari ini. Setelah makan malam  aku baru teringat janjinya.
"Adek katanya mau cerita, cerita apa sayang?"tanyaku.
Dia menatapku sejenak. Dan aku melihat wajahnya berubah. Sedih bercampur takut. Namun sepertinya ia mencoba tegar. Aku masih menanti jawabanya. Dan masih berusaha setenang mungkin walapun hatiku galau.
"Adek pernah dugem lho kak" Ia mengalihkan pandangannya.
Aku berusaha menahan diri dan membiarkannya bicara. Namun tidak ada kata-kata lagi yang keluar.
"terus?"tanyaku setelah dia hanya terdiam.
Ia menatapku lagi, lalu menunduk. Dan perasaanku semakin tidak menentu.
"Terus apa sayang?"
aku melihat matanya mulai basah. Aku memegang tangannya.
"adek minum, trus ML sama temen adek" Air matanya mengalir deras.
Aku melepaskan tanganku.
"Siapa?"tanyaku
"Siapa sayang?"nadaku meninggi.
"Dani."katanya lirih.
"Dan sekarang adek hamil kak"
Aku tidak dapat berkata-kata lagi. Entah apa rasanya. Hancur. Mungkun lebih dari hancur. Dia, Perempuan yang selama ini aku puja ternyata menghianatiku.
"Kenapa sayang?? Adek gila! kakak ga pernah menghianati adek!!"suaraku meninggi
"Kenapa??!!"
Dia menangis. Aku pun menangis. Aku tinggalkan dia.

Aku berusaha menenangkan diri. Namun belum berhasil. Seluruh tubuhku lemas. Aku merasa kehilangan semuanya. Aku bingung. Aku tidak tau harus bagaimana menghadapi semuanya. Aku sangat mencintainya. Tapi dia bahkan tega berbuat itu kepadaku. dan siapa laki-laki itu? yang telah menyentuhnya? Aku bahkan belum pernah melakukan itu. Meskipun kami sering bersama-sama. Aku benar-benar menjaganya. tapi mengapa?? Aku benar-benar kehilangan kewarasan sepertinya. aku menangis sejadinya. Menumpahkan semuanya.

Aku ingin segera pergi dari tempat itu. Aku membereskan pakaianku tanpa melihat kepadanya. Namun mataku tak sanggup untuk tidak melihatnya. Dia masih menangis. Dan aku tidak dapat membiarkan ia menangis. Aku dekati dia lalu kupeluk tubuhnya.
"Maafin adek kak"katanya lirih.
"Kakak berhak dapet yag lebih baik dari adek". Maafin adek."
Aku meleapskan pelukanku.
"Trus adek mau gimana sekarang?"
"Belum tau. Yang jelas adek ga menikah dan adek ga akan menggugurkan kandungan adek"
"Laki-laki itu ga mau menikahi adek?"
Ia hanya menatapku sambil menangis.
"Siapa sih dek? tunjukin dimana rumahnya??!! Kurang ajar banget!!"
"Yang dari kemarin terus-terusan hubungin adek??"
"Bukan. Itu dari orang yang mau aborsiin adek.Tapi adek batalin semua. Udah tinggalin adek.."
Aku terdiam.
"Kakak... udah. Ini semua salah adek. Dan adek harus menanggung ini. Adek ga mau buat semua jadi lebih kacau. Adek siap sama semuanya kak."
Aku hanya bisa menatapnya. Diam. Dan tidak mengerti harus berbuat apa.

Malam itu kami tidak tidur. Hanya diam dan menangis. Harusnya malam ini menjadi malam yang indah. tapi ternyata menjadi malam yang penuh luka.

Aku menatanya. Aku tidak mungkin meninggalkannya, namun aku juga tidak bisa menikahinya. naluriku bertarung. Keegoisanku dan rasa cintaku bertengkar hebat.

Aku lihat jam di dinding. pukul empat pagi. Dia masih terdiam namun tidak lagi menangis. Aku genggam tangannya. Dia masih menunduk.
"Sayang, kakak akan menikahi adek. secepatnya."
Ia menatapku, air mataanya mengalir deras.
 "ga kakak... adek sendiri aja"
"Kakak sudah memutuskan sayang... Kakak ga akan meninggalkan adek. kakak akan menanggung semuanya. Kakak akan melupakan semua masa lalu kita. Memulai yang baru yang harus kita jalin dengan kejujuran dan kesetiaan."
Air matanya bertambah deras.
"Adek ga pantes buat kakak, tinggalin adek"
"Kakak sangat mencintai adek. Apapun keadaan adek, kakak terima. Tiap orang pernah berbuat salah sayang. Kakak yakin adek mau berubah. Kita menikah sayang. Secepatnya."
Aku memeluknya erat. Ya, aku sudah memutuskan. Aku akan menikahinya. Tak peduli keadaannya.

Dua minggu setelah kejadian itu. Aku cuti dari pekerjaanku. Lalu aku segera melamarnya. dan seminggu kemudian pernikahan sederhana itupun terlaksana. Aku lega. Dia tetap menjadi perempuan yang aku cinta selamanya.

Sabtu, 24 April 2010

POTONGAN

Ruangan itu hening. Hanya sesekali terdengar isak tangis seorang wanita. Mereka berdua, laki-laki dan perempuan itu duduk bersimpuh di lantai. Tanpa pakaian. Telanjang. Mereka tidak tau apa yang terjadi diluar sana. Yang mereka tau hanya keheningan ruangan dan cahaya  lampu temaram yang semakin membuat keadaan bertambah buruk.
Perempuan itu menangis. Rambutnya yang panjang menutupi wajahnya yang basah oleh air mata. Tidak ada kata-kata, hanya isakan dan air mata yang mengalir deras. Sementara laki-laki itu juga diam. Dia tidak bergerak dan tidak berkata-kata. Wajahnya pun basah. Entah karena keringat atau air matanya.

Setahun yang lalu..
"Sudah siang, sebaiknya kita bersiap. Mereka sudah menunggu" laki-laki itu berkata dengan lembut.
Perempuan itu hanya menatapnya sambil tersenyum. 
"Aku mandi dulu" kata laki-laki itu sambil bergegas menuju kamar mandi.
Sementara perempuan itu membereskan pakaian mereka. Membersihkan bekas-bekas mereka. Membuangnya ke tempat sampah.
Begitulah mereka. Dua orang yang kehilangan arah kehidupan yang dipertemukan. Yang akhirnya membawa mereka menjadi liar. Entah suah berapa kali mereka bertemu hanya untuk satu tujuan. Saling memuaskan. Laki-laki itu membutuhkan tubuh perempuan, dan perempuan itu menbutuhkan laki-laki untuk menjadi tempatnya bersandar. Dua makhluk dengan kebutuhan yang hampir sama.
Hari ini laki-laki itu akan membawanya ke rumah orang tua si lelaki. Perkenalan,katanya. Nanti jika orang tuaku setuju aku akan ke rumahmu. Bicara pada orang tuamu, dan kita menikah tahun ini. Aku sudah lelah dengan semuanya. Aku ingin menikah. Begitulah kata laki-laki itu. Perempuan itu kaget. Ini bukan laki-laki yang ia kenal. Ia pun bertanya apakah laki-laki yakin dengan keputusannya ini? Laki-laki itu menjawab dengan keyakinannya bahwa apapun yang akan dijalaninya selama ia memiliki niat baik ia yakin akan menjadikan hidupnya lebih baik. Perempuan itupun bahagia mendengar ucapannya. Ia yakin bahwa laki-laki ini mampu membuat dirinya bahagia.
"aku sudah selesai, cepatlah mandi,kita sudah ditunggu" suara laki-laki itu membuyarkan kilasan masa lalu yang sempat melintasi benak perempuan itu.
Ia bergegas ke kamar mandi. Membersihkan diri. Berpakaian sebaik mungkin. Dan mereka pergi.
Semua berjalan lancar. Selang beberapa minggu kemudian si lelaki benar-benar mengunjungi rumah perempuan itu. Kedua orang tua si perempuan merestui hubungan itu. Mereka melanjutkan rencana pernikahan mereka. Tetapi satu hal yang tidak berubah, laki-laki itu tetap tidak berhenti menikmati tubuhnya walapun ia sudah berulang kali mengatakan ingin berhenti.
Suatu ketika laki-laki itu bicara pada si perempuan. 
"Aku ingin berpisah dulu. Aku tidak ingin melakukan itu lagi. Kalau kamu masih berada didekatku keinginan itu selalu muncul. Jadi aku ingin kita berpisah.
"Tapi tidak harus berpisah kan? kita bisa mencobanya dari awal. Berhubungan normal seperti orang-orang" perempuan itu mencoba tegar.
"Bukan cuma itu.. Aku merasa aku tidak mencintaimu. Aku hanya menyayangimu. Dan aku tidak bisa menikah tanpa cinta"
Perempuan itu terkejut. Dia merasa separuh jiwanya melayang entah kemana. Dia merasa kakinya tidak lagi menyentuh tanah. Dia melayang. Namun ia masih mencoba meyakinkan laki-laki itu bahwa mereka bisa memulai lagi dari awal. Tetapi, laki-laki itu tetap pada pendiriannya.
Sejak itu, si perempuan tidak pernah terlihat normal. Dia sering menerawang. Dia kehilangan jiwanya.
Sampai akhirnya perempuan itu tidak dapat lagi menahan emosinya. Dia marah. Dia mengungkapkan semua kekecewaannya kepada lelaki itu. Lelaki itu jengah. Dia berkata tidak ada yang perlu dipertanggungjawabkan, semuanya cuma masalah moral. Supaya perempuan itu dianggap wanita baik-baik.
Perempuan itu berusaha menahan tangisnya. Hatinya semakin hancur. Dan dia semakin melayang. 
Kini ia lebih suka diam. Sendiri. mengabiskan waktunya bersama air mata. Lain waktu ia tertawa-tawa. Menggoda setiap laki-laki. Lalu diam dan menangis lagi.
Perempuan itu semakin terlihat tidak normal. Dia semakin terlihat melayang. Dia merasa tidak dihargai. Dia membenci dirinya yang telah rela membiarkan tubuhnya dinikmati laki-laki yang kini menghancurkan hidupnya. Dia membenci hidupnya. Dan dia sangat membenci laki-laki itu.
Suatu saat si perempuan kehilangan kendali. Dia kembali marah. Kali ini dia meminta laki-laki itu mati saja. Laki-laki itu berbalik marah. Mereka berdua kesetanan. Saling memaki. Saling marah. Sampai si lelaki akhirnya mengalah dan berkata,"Baik aku akan menikahimu. Aku akan bertanggung jawab. Tapi tidak sekarang. Tiga tahun lagi. Kita menikah. Lalu kita bercerai."
Perempuan itu semakin marah.
"Aku tidak butuh tanggung jawabmu sekarang! Aku ingin kamu mati!"
"Lama-lama aku juga mati!"
"Sekarang!"
"Aku ingin bertemu!"

Dan sekarang di sinilah mereka. Tempat pertama kali mereka bercinta. Duduk bersimpuh. Telanjang. Perempuan itu memegang pisau ditangannya.
"Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu" Kata laki-laki itu
Perempuan itu masih tetap menangis.
"Aku akan membiarkanmu pergi, tetapi aku ingin meminta satu hal darimu" Jawab perempuan itu disela-sela tangisnya.
"Apa?"
"Aku ingin penismu satu inci saja.. aku yakin itu dapat mengobati semuanya"
"Aku akan menikahimu..........."
Kata-kata lelaki itu terpotong. Si perempuan telah memotong kelaminnya. Perempuan itu mengambil potongannya. Mengamatinya, lalu tersenyum kepada si lelaki. Namun tiba-tiba ia merasakan sakit pada dadanya. Sesuatu telah menancap tepat dijantungnya. Ia melihat pisaunya di sana. Laki-laki itu juga tersenyum. Lalu gelap..............


Selasa, 20 April 2010

ANTARA TULANG RUSUK DAN SELANGKANGAN

Pernah mendengar ungkapan ini? "Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria,
bukan dari kepalanya untuk menjadi atasan,
bukan pula dari kaki untuk dijadikan alas,
melainkan dari sisinya (tulang rusuk) untuk menjadi mitra sederajat
dekat pada lengannya tuk dilindungi.
dan dekat dihatinya tuk dicintai"
Indah sekali. Penuh makna. Saya yakin jika wanita membaca tulisan itu mereka akan tersenyum 24 jam kepada kalian laki-laki.
Kadang-kadang saya berpikir bahwa ungkapan itu tidak sepenuhnya benar. Saya berpikir laki-laki hanya menganggap perempuan terbuat dari tulang selangkangan mereka. Tidak semuanya tentu saja. Saya juga sadar bahwa hal itu juga bukan hanya kesalahan laki-laki saja. Kaang-kadang perempuan juga melakukan hal-hal yang membuat laki-laki berpikir seperti itu. 
Tapi coba perpikir ketika laki-laki sudah membicarakan cinta dan pernikahan. Kebanyakan perempuan akan terhipnotis oleh kata-kata itu. Rela memberikan apa saja. Yah, bodoh memang. Perempuan bodoh dan laki-laki yang terlalu pintar memanfaatkan situasi.
Mencintai, melindungi, menjaga. Kadang sangat sulit dilakukan oleh sebagian lelaki. Bahkan ada beberapa yang katanya ingin mencintai, melindungi, dan menjaga namun mereka malah menghancurkan hidup wanita. Mungkin mereka tidak mengerti atau belum mengerti apa maksud dari mencintai,melindungi dan menjaga. Atau mereka tidak tau caranya. Mencintai bukan berarti kalian harus meniduri wanita. Melindungi dan menjaga tidak berarti harus meniduri berulang-ulang supaya mereka tidak lari ke laki-laki lain. Berpikirlah bahwa kami, perempuan, tidak ingin dicintai karena seks semata. Bahwa kami memiliki hati dan perasaan sama seperti kalian. Kami ingin dihargai. Dengan seks kalian hanya memperlakukan kami seperti bagian dari tulang selangkangan kalian. Bukan tulang rusuk seperti yang banyak disebutkan.Mengertilah bahwa kami bukan hanya sekedar tempat kalian membuang sperma-sperma kalian.
Kami atau tepatnya saya ingin dicintai atau jika kalian tidak memiliki cinta saya ingin dihargai seperti kalian menghargai diri kalian. Tolong jangan manfaatkan jiwa saya yang rapuh untuk kesenangan diri kalian sendiri. Saya rapuh, itulah mengapa saya menginginkan kamu ada. Bukan sebagai patner seks saya. Saya ingin kamu menjadi pemimpin bagi saya... 
Pada akhirnya saya sadar, Tuhan tidak menciptakan perempuan serendah itu. Bahkan perempuan sangat dimuliakan. Tolong jangan perlakukan saya seperti bagian dari tulang selangkanganmu. Saya rapuh, sangat rapuh. Saya membutuhkanmu sebagai pelindung saya.

Jumat, 09 April 2010

KETIKA KEJANTANAN DIPERTANYAKAN

Saya tidak akan menulis tentang kejantanan laki-laki di atas ranjang. Soal itu setiap orang punya imajinasi sendiri-sendiri. Bukan tentang itu. Tapi lebih kepada perilaku laki-laki itu sendiri. Dari sudut pandang saya yang mungkin masih terlalu sempit.
Laki-laki. Dengan berbagai bentuk dan ukuran Jangan berpikir aneh-aneh dulu. Saya membicarakan bentuk dan ukuran perilaku laki-laki. Dalam hal ini kejantanan sering dikaitkan dengan rasa tanggung jawab. Saya sebenarnya membenci kata-kata itu. Tapi buat apa membencinya. Toh kata-kata itu tidak salah ada di dunia dan sering diucapkan. Salahkan orang yang menciptakan kata-kata itu. Tidak! Bukan itu juga.Tidak ada yang salah. Yang salah hanya cara berpikir saya. Sudut pandang saya yang harus saya ubah.
Menurut saya semua orang, laki-laki tentu saja karena saya sedang menulis tenang kejantanan, dilahirkan dengan membawa sifat tanggung jawab. Hanya saja realisasi ke dalam perbuatan yang membedakannya. Seperti yang saya tuliskan di atas, bentuk dan ukurannya saja yang berbeda. Ada yang karena rasa tanggung jawabnya, dia tidak akan melakukan sesuatu yang beresiko bagi dirinya dan orang lain sampai waktunya tiba. Seperti menjadi indah pada waktunya. Contohnya laki-laki yang tidak mau berbuat aneh-aneh seperti tidak menyentuh pacarnya terlebih dahulu sebelum menikahinya. Laki-laki jenis ini yang mungkin banyak disukai wanita. Karena jenis ini tidak akan melakukan hal-ha yang tidak sanggunp mereka pertanggungjawabkan. Ini jenis pertama.
Jenis kedua yang langsung bertanggung jawab terhadap apa yang mereka perbuat. Tanpa berpikir dampak ke depan dan hal-hal lain. Yang penting bertanggung jawab. Mereka berbuat yang sesuai dengan apa yang diinginkan atau dibutuhkan pada saat itu.Tidak peduli apakah mereka sanggup atau tidak. Yang penting tanggung jawab. Contohnya kita samakan saja kasusnya, pacar hamil. Maka laki-laki jenis ini akan segera menikahi pacarnya. Tidak peduli dia sanggup menjadi suami dan ayah yang baik atau tidak yang jelas dia langsung menikahi. Tidak peduli berakhir lebih buruk. Karena yang dibutuhkan saat itu adalah menikah. Saya tidak tau apakah jenis ini disukai wanita atau tidak. Tapi kehadiran laki-laki tipe ini sangat dibutuhkan pada saat-saat tertentu.
Yang ketiga adalah jenis yang berpikir dan mempersiapkan semuanya sebelum bertanggung jawab. Bedakan jenis ini dengan jenis yang pertama. Jenis yang pertama tidak akan melakukan sesuatu yang beresiko sementara jenis ini suka mengambil resiko namun masalah tanggung jawabnya mereka akan mempersiapkan diri terlebih dahulu. Jadi tidak langsung pada pertanggungjawaban tetapi ke hal-hal lain yang mungkin harus diperbuat untuk menunjang pertanggungjawabannya. Misalnya pacar sang laki-laki hamil, Dia tidak langsung menikahi wanitanya,tetapi mempersiapkan diri menjadi sosok seorang suami dan ayah yang baik dulu. Dan setelah dirasa cukup siap baru dia akan menikahi pacarnya. Agak sulit memang menerima tindakan laki-laki jenis ketiga ini. Tapi seperti yang saya bilang tadi, saya akan mencoba mengubah sudut pandang dan cara perpikir saya dari sisi jenis ini. Mungkin dia tidak ingin mengecewakan calon istri dan bayinya sehingga ia perlu mempersiapkan diri dulu. Dia tidak ingin setengah-setengah dalam bertanggung jawab. Meskipun awalnya pasti sulit diterima oleh sang pacar. Namun sebenarnya mungkin mereka hanya ingin semuanya indah, sempurna dan bahagia selamanya. Mungkin. Bagi saya sendiri sulit sekali menerima si jenis  ketiga ini. Apalagi kasusnya hamil,semoga saja tidak terjadi pada kita. Namun kalau saja kita mau memahaminya lebih mudah untuk menerimanya.
Apapun bentuk dan ukurannya, pada dasarnya semua laki-laki bertanggung jawab. Mereka semua sebenarnya ingin membahagiakan. Seperti yang saya bilang tadi, kita hanya perlu mengubah sedikit sudut pandang kita.
Dan yang paling dibutuhkan hanya sedikit memaafkan, sedikit keikhlasan, dan sedikit memahami sudut pandang dan cara berpikir mereka.

Selasa, 06 April 2010

SAYA SEKARANG

Sekarang saya kumat lagi... Malah lebih parah. Sekarang bawaannya pengen mati. 
Ini dimulai ketika hidup saya yang sudah saya anggap lumayan perfect itu terusik dengan kehadiran seseorang. memang dia tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Tapi seseorang itu punya andil besar dalam penghancuran hidup saya.
Awalnya saya suka sifatnya. Dia jujur. Tidak pernah pura-pura. Selalu mengatakan apa yang dia rasakan. Itu awal mula ketertarikan saya. Dan awal dari kesalahan terbesar dalam hidup saya.
Dan sekarang kesalahan itu sudah bertambah besar dan banyak. Saya bingung harus mulai dari mana untuk memperbaiki kesalahan yang sudah besar itu. Dan jadilah saya seperti sekarang. Mulai mengidap siklotimik, Gangguan mood yang melibatkan dua perasaan yang bertolak belakang, manic (perasaan senang berlebih) dan depresi (perasaan sedih berlebih). Lebih ringan dari bipolar disorder. Tapi mungkin lama-lama saya juga bisa jadi bipolar disorder. Atau gangguan jiwa lain? Entahlah. Saya belum menemukan yang lebih cocok daripada penyakit itu. 
Tapi siapa yang peduli. Bahkan saya juga tidak peduli. Terserah. I don't care! Yeah!!!!!
Entah sekarang manic atau depresi. Yang jelas saya siappppppppppppppppp menghadapi apapun!!!!!

SAYA KECIL

Saya merasa ada yang tidak beres dengan diri saya. Aneh. Tidak wajar. Tapi saya tidak tau apa. Saya berusaha mencari jawaban,tapi tidak pernah saya temukan.
Darimana harus dimulai? Tentang keanehan2 yang ada pada diri saya. Mungkin masa kecil saya. Masa kecil saya bahagia. Orang tua saya menyayangi saya. Walaupun tidak dimanja dengan barang-barang bagus atau sesuatu yang mewah. Mereka selalu berusaha memenuhi kebutuhan saya. Dan saya memang tumbuh sebagai anak yang tidak banyak menuntut kepada orang tua saya karena saya tau keadaan mereka. Yang aneh ketika saya kecil adalah saya tidak suka -tidak terlalu suka- bergaul dengan teman-teman sebaya saya. Saya lebih suka sendiri. Dengan teman-teman yang saya ciptakan sendiri. Dunia saya sendiri. Dan saya bahagia. Saya tidak tau sebabnya. Mungkin kecewa dengan teman2 real yang kadang2 menyakiti saya. Tapi saya juga tidak pernah merasa disakiti. Saya hanya tidak suka. Mungkin karena saya kurang pede untuk bergaul degan mereka. Kenapa? Saya tidak tau! Dan saya suka kesendirian. Saya suka dengan dunia saya sendiri. 
Tapi akhirnya pelan-pelan saya mulai membuka diri. Dan mulai bergaul dengan teman-teman dari dunia nyata. Tapi tidak menghilangkan dunia saya sendiri. Tapi akhirnya sejalan dengan waktu dan kesibukan saya teman-teman khayalan saya mulai terlupakan. Dan akhirnya hilang. Sampai akhirnya saya menonton sebuah film yang bercerita tentang teman khayalan. Saya baru menyadari bahwa saya sama seperti itu. Dan menyadari bahwa saya aneh.
Tapi setelah itu saya menjadi orang normal -tepatnya sempat menjadi oarng normal-. Kadang-kadang memang masih suka menyendiri. Dan menikmati dunia saya sendiri. Ketika itu kehidupan saya berada pada puncak kenikmatan. Mungkin lebih tepatnya saya merasa hampir sempurna. Saya diterima di sekolah kedinasan bergengsi. Punya pacar (walaupun LDR). Tapi saya merasa hidup saya mendekati sempurna. Sampai akhirnya tibalah saat yang membuat hidup saya kembali pada posisi tidak normal....