Ide Gila: Balikpapan!
Berawal dari keinginan untuk liburan mengusir penat, lelah, stres dan terlebih ingin melupakan "yang satu itu" tanggal 5 November kemarin saya nekat pergi ke Balikpapan. Nekat. Padahal sebelumnya saya tidak pernah jalan jauh. Bahkan naik pesawat pun baru 1 kali. itupun sudah bertahun-tahun lalu. Tapi kalau sudah nekad, apapun dilalui. Ide pergi ke Balikpapan tanggal 1 November, itu hari Minggu malam. Jadi saya pikir saya punya waktu lima hari untuk reservasi tiket. Senin pagi mulai browsing tiket pesawat. Karena tidak ingin ribet, sayapun memutuskan reservasi tiket sekalian Lampung-Balikpapan. Sementara yang punya rute di Lampung cuma tiga maskapai, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Batavia Air. Iseng-iseng reservasi Garuda Indonesia. God, harganya 3,8 juta! PP memang. Tapi gaji saya bisa langsung habis. Batavia setahu saya cuma satu kali terbang dari Lampung. Itupun Pagi. Saya kan harus absen pagi dulu biar potongan absen saya tidak terlalu banyak. Finally, saya pilih Sriwijaya Air karena paling banyak pilihan waktunya. Kebetulan bisa reservasi online dan pembayarannya bisa via ATM. walaupun ATM saya di bank tersebut sepertinya sudah habis. Tapi tetap oke, saya transfer dari bank yang satunya. Tapi saya lupa nomor rekeningnya. Huh! Untungnya ada teman yang berbaik hati meminjamkan ATMnya. Jadi saya transfer ke rekeningnya. Oke sekarang mulai reservasi. Tiga kali saya reservasi tiga kali pula gagal. Gagal disaat pembayaran. "Nomor reservasi Anda tidak terdaftar." Begitu pesan di ATMnya. Entah apa sebabnya. Belakangan saya baru sadar, mungkin harus aktivasi di email saya.
Mulai putus asa. Saya sudah hampir membatalkan rencana kunjungan itu. Tapi saya ingat salah satu forum yang saya ikuti. Di forum itu ada forum jual beli. Tidak ada salahnya mencoba pikir saya. Saat itu sudah hari Rabu. Waktunya sudah sangat mendesak. Untungnya ada. Ada beberapa thread. Saya coba replay threadnya, kirim private message, YM, SMS, apapun contact person yang bisa saya hubungi. Akhirnya direspon, dua agen. Yang satu karena saya menghubungi sudah mepet, reservasi untuk tanggal 5 Novembernya tidak bisa diproses. Oke saya beralih ke agen satunya. Nego,nego,nego, Maghrib tiketnya diemail. Leganya... Tinggal reservasi tiket buat pulang ke Lampung. Alhamdulillah harganya tidak sampai satu juta. Sip! Reservasi tiket selesai hari Kamis. Yup tinggal satu hari lagi menuju Balikpapan. Nervous!
Jumat, 5 November 2010. The Day
Jam setengah lima pagi saya terbangun. Rasanya campur aduk, senang, takut, deg-degan. Tapi tetap semangat! Inginnya lanjut tidur tapi entah kenapa mata saya sepertinya sudah tidak bisa tidur lagi. Cek perlengkapan buat terakhir kali. Sebetulnya tas yang akan saya bawa tidak cukup buat menampung semua bawaan. tapi karena cuma itu tas satu-satunya terpaksa beberapa barang saya muat di tas plastik. Barang bawaan sudah oke. Rencananya saya berangkat jam setengah tujuh, lalu ke kantor baru ke bandara. Jarak tempat kerja saya ke bandara lumayan jauh, kurang lebih dua jam perjalanan. Pesawat saya berangkat jam 10.55 WIB. tapi rencana tinggal rencana. Walaupun sudah bangun pagi, ternyata saya masih telat mandi. Mandi pagi jam 6. Sarapan. Entah kenapa saya juga jadi sulit makan. Butuh waktu setengah jam, itupun makanan saya tidak habis. Akhirnya berangkat ke kantor jam setengah delapan kurang. Lanjut ke pool bis antar kota. pesan tiket. jam delapan kurang berangkat.
Beruntungnya bis yang saya tumpangi tidak terlalu banyak berhenti. Saya tiba di bandara jam setengah sepuluh. Belum waktunya check in. Sebenarnya saya ingin menenangkan diri dulu. Nervous sekali! Saya rasanya ingin pulang lagi. Telepon pacar saya. Yup! dia sudah di Tanah Grogot, sebentar lagi jalan ke Balikpapan. Minta petunjuk dia buat yang terakhir kali sebelum check in, (biar gak keliatan bego nantinya).
Jam sepuluh. Saya beranikan check in. Masuk ke bandara ke counter Sriwijaya Air. Check in beres. Bayar Passanger cost (lupa namanya) lalu masuk ke ruang tunggu. Telepon lagi pacar saya. Bilang semuanya lancar. Dia juga sudah bersiap ke Balikpapan.
Tidak beberapa lama, ada pengumuman masuk ke pesawat. Wow! deg-degan! Masuk ke pesawat, cari tempat duduk, pasang sabuk pengaman and go!
Jakarta Penuh Cobaan
Tiba di cengkareng. Sesuai petunjuk pacar saya, saya bertanya ke pramugarinya, "Mbak kalau pindah pesawat nunggunya dimana?"
"Ikutin aja yang lain mbak nanti disana ada tempat transitnya" jawab si pramugari.
Okelah. saya ikuti penumpang lain. Di dalam bandara saya tanya lagi ke petugas yang kebetulan nongkrong.
"Lurus terus ke kanan mbak"jawabnya.
Saya ikuti petunjuk petugas tadi. Lurus belok ke kanan. Kebetulan ada papan petunjuk. Akhirnya ketemu juga tempat transit. Sip! tinggal ikuti petunjuknya. dan yup, sekarang sudah berada di ruang tunggu untuk penerbangan ke Balikpapan! Amazing!
Pesawat saya tiba di Jakarta hampir pukul 12 siang. Pesawat ke Balikpapan pukul 13.20 WIB. Saya masih punya waktu satu setengah jam lagi. Pacar saya menelepon, menyuruh saya makan siang dulu. Tapi entah kenapa saya tidak merasa lapar. Cukup makan snack yang diberikan dari Tanjung Karang saja perut saya sudah terasa kenyang.
Daripada bosan menunggu mending baca buku. Ya, saya sudah siap-siap membawa buku cerita detektif yang belum selesai saya baca supaya tidak bosan menunggu. Saya mencoba membaca, tapi sulit sekali berkosentrasi. Kembali saya lihat jam di hp saya. Pukul satu. dua puluh menit lagi pesawat berangkat. tapi kok masih adem ayem?pikirku. Saya lihat banyak orang berkerumun di depan petugas ruang tunggu. Mungkin menanyakan pesawat ke Jogja. Maklum saat itu Gunung Merapi sedang ganas-ganasnya sehingga bandara di sana ikut ditutup.
Setengah jam sudah berlalu, tapi panggilan untuk naik ke pesawat belum juga ada. Saya mulai gelisah. Tidak beberapa lama pengumuman menyesakkan itupun diumumkan. Pesawat saya didelay sampai batas waktu yang tidak ditentukan! Kok bisa? Ternyata pesawat yang akan saya tumpangi itu harus transit dulu di Jogja baru ke Balikpapan! Lemas! Saya bingung. Rasanya ingin menangis. Saya langsung menelepon pacar saya. Tidak diangkat! Air mata saya rasanya sudah hampir tumpah saat dia angkat telepon saya.
Saya bilang pesawat saya didelay sampai batas waktu yang tidak ditentukan karena transit dulu ke Jogja sementara bandara di Jogja ditutup. Pacar saya ikut panik. Dia menyuruh saya menanyakan lagi sejelas-jelasnya, dan dia akan menanyakan juga di bandara Balikpapan. Telepon ditutup. Saya mencoba tenang. Tidak menagis lagi. dan berpikir apa yang harus saya lakukan. Sudah hampir jam dua. saya pikir jika terus menunggu tanpa kepastian bisa-bisa saya batal berangkat hari ini. Saya putuskan untuk mencari penerbangan lain secepatnya ke Balikpapan.
Saya tanya lagi petugas ruang tunggu tersebut. Jawabannya sama. Pesawatnya transit ke Jogja dan tidak pasti sampai kapan didelay. Saya keluar dari ruang tunggu. Sebenarnya saya tidak tahu dimana jalan keluarnya. Tapi karena nekat, semuanya sepertinya mudah. Sampai diluar saya bingung lagi harus cari kemana tiketnya. Saya berjalan terus ke arah kanan. Saya tidak tahu sudah seperti apa tampang saya. Akhirnya saya melihat loket lion air. Baru hendak masuk saya sudah ditawari tiket oleh calo-calo yang banyak berkeliaran. saya tahu pasti mahal. tapi daripada capek-capek lagi sayapun menerima tawaran salah satu calo itu. Saya bilang saya sudah punya tiket tapi ternyata delay. Dia menyarankan supaya tiket saya direfund saja. Dia juga memberikan nomor hpnya ke saya supaya mudah menghubunginya. Saya kembali ke loket Sriwijaya Air. sampai disana ternyata petugasnya tidak tahu kalau pesawat tersebut di delay. Petugasnya menyuruh saya menunggu, dia bilang setengah jam lagi ada penerbangan. Saya kembali ke ruang tunggu. Sumpah saya lelah sekali. Semakin banyak saja orang-orang yang berkerumun di tempat petugas ruang tunggu tersebut. Saya ikut berkerumun. Petugasnya bilang jam lima tapi juga tidak pasti. Saya bertanya kepada seorang bapak yang kebetulan berdiri didekat saya. Dia juga akan ke Balikpapan dan sama seperti saya dia juga bingung!
Saya putuskan untuk membatalkan tiket tersebut. Saya buru-buru menghubungi calo tiket yang saya temui di bawah tadi. Akhirnya sampai di bawah. Jujur saja saya lupa wajah sang calo. Tapi untunglah dia menghampiri saya. Seperti biasa dia bilang harga tiketnya sudah naik bla bla bla.. Saya cuma bilang oke mas, gak apa-apa saya ambil. Ternyata pesawat yang akan saya naiki take off jam setengah empat. Padahal saat itu sudah jam tiga lewat. Benar-benar detik terakhir. Saya takut ketinggalan pesawat. Akhirnya tiket sudah ditangan saya. Tinggal masuk ke ruang tunggu dan berangkat. Sang calo menjamin pesawatnya masih belum berangkat. Saya buru-buru menuju ruang tunggu. Benar saja ketika saya tanya petugas di ruang tunggu tersebut pesawatnya memang belum berangkat. Leganya! Buru-buru telepon pacar saya. Bilang saya sudah hampir berangkat. Ternyata dia pun sudah sampai de bandara Balikpapan. Namun ternyata sialnya belum berhenti sampai disitu, pesawat tersebut di delay 30 menit! Huah! Hari itu saya benar-benar muak dengan kata-kata delay! Tapi untungnya delay kali ini benar-benar cuma 30 menit. Jam empat saya sudah berada di dalam pesawat. Menuju Balikpapan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar