Sepinggan
Perjalanan satu jam lima puluh menit terasa lama. Padahal saya sudah lapar sekali. Roti yang dibagikan di pesawat pun rasanya tidak mampu mengganjal perut saya. Jam setengah tujuh waktu ipod saya pesawat mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan. Wow! Unbelievable! Saya berhasil menjejakkan kaki saya di Kalimantan! Saya langsung menghubungi pacar saya.
"Keluar aja Dek, Kakak di luar sebelah kanan" katanya.
Jujur saja saya agak bingung dimana jalan keluarnya. Ya sudahlah ikuti orang-orang yang juga mau keluar juga. Akhirnya ketemu, pintu keluar. Saya keluar dan berbelok ke sebelah kanan.
"Dek, Adek" diantara ramainya bandara saya mendengar kata-kata itu diucapkan oleh suara yang tidak asing ditelinga saya. Pacar saya! Saya mencari asal suara dan ya, dia sudah disamping saya dan langsung menggandeng tangan saya. Leganya...
First Night at Le Grandeur
Setelah berhasil menguasai diri dan meyakinkan kalau sekarang saya sudah berada di Kalimantan bersama pacar saya akhirnya saya memutuskan mencari hotel untuk meletakkan barang-barang saya. Pacar saya memberi opsi Hotel Grande waktu itu dia bilang begitu. Di Bandar Lampung juga ada Hotel itu, pacar saya berpikir mungkun satu group. Hotel Grande di Bandar Lampung sendiri lumayan. Tarifnya juga tidak terlalu mahal. Jadi oke saya ke hotel itu.
Sampai di hotel, saya pikir ini bukan hotel seperti yang di Bandar Lampung. Hotel itu lebih besar, dan elit tentu saja. Namanya juga bukan Grande tapi Le Grandeur. Wah wah pasti mahal pikirku. Pacar saya juga baru sadar.
"Kayanya lebih besar ya dek"ujarnya.
Benar saja, untuk kamar yang paling murah tarifnya 600 ribu++. Karena saya sudah lelah dan lapar, saya ambil saja kamar yang paling murah. Oke menuju ke kamar. Ini yang konyol. Pengalaman naik lift yang paling aneh. Kamar saya terletak di lantai tiga. kami masuk lift tekan angka 3. Anehnya liftnya tidak berhenti di lantai 3, justru berhenti di lantai 2. Kami coba lagi. tetap seperti itu. Bolak-balik ke lantai dua. Sampai akhirnya pacar saya membaca tulisan di sebelah kanan kami.
"Oh dek ternyata harus digesek kartunya dulu" katanya.
Dia menggesekkan kunci kamarku ke alat itu lalu menekan tombol tiga, dan yup berhasil. Ternyata... sepanjang jalan kami tidak berhenti tertawa gara-gara lift itu.
Baronang Bakar Yummy !
Setelah menaruh barang-barang, saya dan pacar saya langsung hunting makan malam. Dan pilihan kami akhirnya jatuh kepada rumah makan yang menjual aneka sea food. Saya lupa nama rumah makannya. Tempatnya sederhana, namun soal rasa makanannya jangan ditanya... Saya yang biasanya malas makan jadi nafsu. Entah karena lapar atau baronang bakarnya yang benar-benar enak atau karena makan bareng pacar saya? Entahlah yang pasti saya berhasil menghabiskan satu porsi baronang bakar ditambah sup.
Yang tak kalah nikmatnya tentu saja soto banjar. Apalagi disantap ketika cuaca dingin.
Sayangnya kunjungan ke Balikpapan hanya tiga hari, sehingga belum semua tempat dapat saya kunjungi. Beberapa tempat yang pernah saya kunjungi.
Penyeberangan ke Penajam
Pantai yang kami kunjungi (lupa namanya) menikmati sunset sambil makan pisang gapit.
My hubby
Saya merasa menemukan hidup baru di sana. New passion, new spirit. Thank God. Thank my hubby..



Tidak ada komentar:
Posting Komentar