I can't sleep tonight. Bukan apa-apa. Aku harus menghadapi ketakutan terbesar dari menjadi ibu. Anak sakit. Iya, anak kecilku sakit. Kali ini agak lebih parah dari sakitnya yang dulu-dulu.
Jadi ceritanya dia sudah mulai agak panas dari hari kamis sore cuma waktu itu aku pikir karena dia maandi kesorean. Jumat pagi suhu tubuhnya lumayan normal. Jadi akupun tidak begitu khawatir. Jumat malam badannya anget lagi. Aku sudah agal khawatir dan memutuskan ke dokter hari sabtunya. Karena aku tinggal dikota kecil. Agak susah mau cari dokter anak pagi-pagi. Adanya di rumah sakit dan tau sendiri donk rumah sakit ribetnya kayak apa. So aku putuskan untuk ke klinik yang dokternya praktek sore.
Siang harinya suhu tubuhnya taambah naik. Tapi aku belum terlalu khawatir. Aku minta dia dipijit. Siapa tau dia kecapekan. Tapi sampe sore suhu tubuhnya gak berubah. Jadi langsung aku bawa ke klinik. Sesampainya diklinik suhu tubuhnya diperiksa dan tau berapa suhunya? 39,9C! Aku terkejut, panik bukan kepalang. Oleh staf diklinik tersebut anakku langsung diberi obat penurun panas. Dia bilang kalau demamnya sudah 3 hari mending sekalian cek lab karena takutnya kena dbd. Deg! Aku lemes! Rasanya nyesel banget kenapa gal dibawa berobat dari kemarin.
Pikiranku sudah gak karuan lagi sewaktu anakku diperiksa oleh dokter. Setelah dicek ternyata amandelnya bengkak. Dia kena radang. Penyebabnya mungkin bakteri. Jadi bukan dbd dok? Untuk sekarang yang jelas kelihatan radang tapi kalau sampai senin dia masih panas atau ada gejala-gejala yang menghawatirkan maka harus cek lab.
Oke selesai. Sampai dirumah dia tidur. Tapi cuma sebentar. Lalu aku suapin dia. Habis lumayan banyak. Minum obat lumayan mau. Habis maghrib panasnya turun. Tapi ini belum selesai. Kejadian yang menakutkan terjadi tengah malam.
Saat itu dia sudah tidur sekitar jam 9 dengan badan yang sudah gak panas. Sebelum tidur dia sudah bisa mainan. Jadi aku sudah lega dan menganggap dia sudah lumayan sembuh. Sekitar jam 10 dia bangun. Muntah. Aku panik. Aku bangunkan suamiku. Aku gendong dia dan aku merasa badannya gemetar. Semakin panik. Tapi suamiku bilang dia kedinginan karena tangan dan kakinya dingin. Sebentar kemudian dia sudah tertidur lagi. Aku pun tidak begitu khawatir lagi. Namun jam setengah duabelas malam aku terbangun karena merasakan tubuh anakku gemetar lagi. Aku berteriak memanggil suamiku. Dia terbangun. Bapaknya bilang badannya panas. Tapi aku cuma merasakan tangan dan kakinya yang dingin. Aku hampir menangis. Aku bilang dia hatus dibawa kedokter. Tapi masalahnya kendaraannya apa. Dirumah hanya ada motor. Badan anakku masih gemetar. Lalu kami memutuskan untuk menelepon orang yang sehari-hari mengasuh anakku ketika aku bekerja. Dia langsung datang. Dia bilang mungkin panasnya didalam karena radangnya. Dia langsung mengoleskan perasan jeruk nipis dengan minyak. Kaki anakku di beri kaos kaki. Namun gemetarnya masih belum hilang. Kami mengecek suhu tubuhnya. Ternyata memang tinggi, 38,sekian aku lupa. Bapaknya bilang agar dia diberi obat penurun panas lagi. Kemudian dia minum. Saat itu gemetarannya sudah agak mereda. Lalu anakku minta air putih. Dia minum lumayan banyak. Namum tidak lama berselang dia muntah! Aku panik lagi. Kaki dan tanganya masih dingin. Pengasuhnya mengoleskan lagi ramuan jeruk nipis. Perlahan-lahan gemetaranny hilang. Tangan dan kakinya berangsur hangat, namun badannya panas. Beberapa kali dia minum dan muntah lagi. Terakhir dia minum dan tidak muntah lagi, namun badannya masih panas. Dia minta tidur dikamar dan pengasuhnya pun pulang karena dirasa anakku sudah cukup baik. Selama proses itu anakku tidak sekalipun menangis! Bahkan ketika kami ditempat tidur dia masih bermain.
Lama kelamaan dia akhirnya tertidur. Aku cek suhu tubuhnya berangsur normal. Dan dia mulai berkeringat. Aku sedikit lega. Namun sampai saat ini aku tidak bisa tidur. Aku takut hal itu terjadi lagi. Tadi aku cek suhu tubuhnya 36,7c.
Sumpah ini pengalaman paling horor selama aku jadi ibu. Ketakutan yang sangat dasyat. Sampai aku gak bisa berkata-kata lagi. Terakhir aku sholat isya plus tahajud. Yang mana gak pernah aku lakukan sebelumnya. Aku pikir cuma Allah lah yang bisa membantu. Aku harap anakku segera sembuh. I love you pak randang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar